Membangun Perdamaian: Perjalanan Lewat Satu Dekade RAN P3AKS sebagai implementasi WPS di Indonesia

Oleh: Ivy Sudjana Sekencang apapun advokasi yang kita lakukan di tingkat internasional, akhirnya balik ke negara kita masing-masing. Di tingkat nasional ini menjadi battle-nya kita semua, sebagai aktivis, akademisi, atau siapapun yang concern terhadap Women, Peace, and Security. Bagaimana negara kita betul-betul membawa komitmen internasional ke dalam konteks Indonesia? – Dwi Rubiyanti Kholifah, Country Representative […]
Kebun Sayur di Lahan Pasir, Upaya Resiliensi Haniah dan Perempuan Pesisir Bangkit dari Kerentanan Ekonomi

Oleh : Ivy Sudjana Kalau saya punya banyak uang, daripada uangnya untuk terjun ke dunia politik, atau menjadi caleg, saya memilih mendirikan sekolah perempuan. Karena, bagaimana pun juga sekolah perempuan akan memberi kesadaran kepada para perempuan di pulau tentang berbagai hal. – Haniah, Koalisi Perempuan Indonesia cabang Kabupaten Pangkep, Koordinator Komisi Perlindungan Perempuan Kabupaten Pangkep. […]
Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan: Perjalanan Mengimplementasikan Isu Gender dalam Kebijakan Indonesia

Oleh: Ivy Sudjana “Yang menarik dari apa yang terjadi di Poso, kalau sudah datang barisan keamanan, banyak yang bilang bahwa mereka justru merasa tidak aman. Karena itu tanda bahwa akan ada penangkapan, akan ada tembak-tembakan, akan ada pembatasan di mana tidak ada yang boleh keluar. Petani yang sedang merawat tanaman coklat yang kena kanker (penyakit […]
Resiliensi dalam Pesan Obertina Johanis: Membangun Ruang Perjumpaan untuk Perdamaian

Oleh: Ivy Sudjana “Cerita Obertina membuat kita tahu bahwa jendela-jendela resolusi konflik itu mungkin dilakukan dan AMAN Indonesia sedang melakukan itu bersama dengan kawan-kawan partner.” -Dwi Rubiyanti Kholifah- Peluncuran Buku She Builds Peace Indonesia, seri pertama, Kisah-kisah Perempuan Penyelamat Nusantara. Kisah Pendeta Obertina Johanis dan perjuangannya dengan jemaat Gereja Kristen Pasundan di Dayeuhkolot, Bandung, dan […]
Strategi RSD untuk Mengatasi Konflik di Komunitas

Oleh: Shobihah Mustahdiyah Konflik yang muncul dalam masyarakat sering kali melibatkan perbedaan tajam antara individu atau kelompok yang memiliki pandangan, kepentingan, dan identitas yang berbeda. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam meredakan ketegangan tersebut adalah Reflective Structured Dialogue (RSD)—sebuah metode dialog yang memungkinkan setiap pihak untuk berbicara dengan penuh perhatian dan mendengarkan dengan empati. […]
Perempuan Mediator Perdamaian, Membuka Ruang Dialog untuk Masa Depan Poso yang Damai

Oleh: Dalpa Waliatul Maula Poso, wilayah yang pernah menjadi saksi konflik hebat dua dekade lalu, kini memulai langkah baru menuju perdamaian yang berkelanjutan. Dalam upaya memperkuat kohesi sosial, AMAN Indonesia bekerja sama dengan komunitas lokal menyelenggarakan Pelatihan Perempuan Mediator Perdamaian. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Dalam pelatihan […]
Strategi Mengintegrasikan Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Konflik

Oleh: Dalpa Waliatul Maula Perlindungan perempuan dan anak dalam konflik sering kali menjadi isu yang tidak mendapatkan perhatian cukup. Ini menjadi tantangan tersendiri. Sebagai upaya untuk memperkuat strategi ini, AMAN Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan workshop selama tiga hari pada September 2024. Workshop ini menjadi ruang untuk mengevaluasi […]
Mengakarkan Perdamaian dan Keamanan Berperspektif Perempuan

Oleh: Nurul Bahrul Ulum Konflik sering kali dianggap sebagai sesuatu yang negatif dan destruktif. Namun, seperti yang disampaikan dalam Seminar Nasional & WPS Lecturing Goes to Campus: Women, Peace, and Security pada 22 November 2024 di Universitas Gadjah Mada, konflik sebenarnya adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak terhindarkan. Dalam seminar tersebut, Yuniyanti Chuzaifah, Ketua Komnas Perempuan […]
Dari Maskulin ke Eco-Peace dalam Perdamaian dan Keamanan

Oleh: Nurul Bahrul Ulum Selama ini, isu keamanan dan perdamaian sering dibingkai dengan pendekatan maskulin—represif, segregatif, dan sering kali transaksional. Sementara peran perempuan seringkali tidak diperhitungkan. Padahal perempuan hadir memberikan perspektif yang lebih inklusif dengan narasi kehidupan dan empati. Tidak hanya dalam konteks formal seperti diplomasi dan kebijakan, tetapi juga melalui inisiatif-inisiatif lokal yang lahir […]
UNSR 1325, Landasan Perdamaian dan Keamanan Berperspektif Perempuan

Oleh: Nurul Bahrul Ulum Saat kita berbicara tentang perdamaian dan keamanan sering kali gambaran yang muncul adalah kontras antara pihak yang bertikai dan kekuatan militer yang terlibat. Namun, ada satu hal yang sering kali terlupakan dalam narasi besar ini, yaitu peran perempuan. Persoalan perdamaian dan keamanan bukan hanya soal pertempuran dan resolusi militer, tetapi juga […]